Penyempurnaan Resin

Penyempurnaan Resin

Maksud daripada penyempurnaan khusus yaitu penyempurnaan yang telah atau belum mengenai prosee-proses tertentu, dengan tujuan untuk menambah daya guna dari bahan tekstil tertentu.
Berdasarkan arti penyempurnaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :


1.    Penyempurnaan dalam arti luas yang meliputi teknik penyempurnaan dari bahan tekstil dasar sampai menjadi bahan tekstil yang telah siap untuk digunakan baik sebagai bahan industri maupun sebagai bahan sandang.
2.    Penyempurnaan dalam arti khusus yaitu bagian dalam teknologi penyempurnaan tekstil dalam arti luas yang meliputi cara-cara penyempuraan tekstil yang telah atau belum mengalami proses tertentu dengan maksud untuk dapat memenuhi syarat-syarat penggunaan yang diperlkan seperti memotong pinggiran kain dimesin heat cut supaya untuk menghilangkan bekas tusukan jarum pada mesin stenter.
Penyempurnaan kimia, yaitu untuk penyempurnaan bahan tekstil dengan menggunakan larutan kimia sehingga dapat merubah sifat-sifat bahan tekstil baik untuk selamanya maupun untuk sementara.
Penyempuranaan kimia dapat disebut penyempurnaan anti creasemark. Penggunaan anti crease mark dalam penyempurnaan kimia ini dimaksudkan agar kain tidak mudah kusut yang tinbul karena suhu tinggi dan air yang mendidih pada saat pencucian kain hasil pencapan, maka dri itu pada saat proses finishing, kain hasil pencapan ditambahkan zat anti creasemark.
Penyempurnaan resin termasuk penyempurnaan secara kimia. Pada penyempurnaan ini digunakan resin sintetik, yaitu senyawa organik yang rumit dan mempunyai berat molekul tinggi. Penggunaan resin sintetik di bidang tekstil mula-mula dilakukan pada kira-kira tahun 1930 oleh Fould, Marsh, dan Wood dari Tootal Brosdhurst Lee Co.Ltd., Manchester, Inggris, untuk memperbaiki ketahanan kusut-kusut bahan-bahan dari kapas, rayon, linen dan serat-serat selulosa lainnya. Resin tidak hanya dapat digunakan untuk memperbaiki ketahanan kusut tetapi juga stabilitas dimensi bahan, sehingga mengurangi mengkeret dalam pencucian. Resin dapat digunakan untuk membuat kain menjadi kaku secara permanen, dan dapat pula memberikan sifat termoplastik yang memungkinkan diperolehnya efek penyempurnaan yang lebih awet pada proses-proses penyempurnaan mekanik seperti calendering dan sebagainya. Dalam proses penyempurnaan resin, resin dibentuk dalam serat dengan prinsip POLIMERISASI. Secara garis besar bisa digambarkan sebagai berikut : Agar polimer terbentuk di dalam serat mula-mula serat di rendam peras dalam larutan monomer resin atau molekul-molekul resin yang ukurannya masih kecil (prakondensat) sehingga memungkinkannya masuk ke dalam serat. Setelah itu pembentukan resin dapat dilanjutkan dengan memberikan kondisi polimerisasi yang sesuai. Kondisi polimerisasi pada umumnya mempersyaratkan temperatur tertentu dan kondisi asam yang dihasilkan dari pemakaian katalis seperti asam tartarat, amonium sulfat, amonium dihidrogenfosfat, atau magnesium klorida yang dapat melepaskan asam pada kondisi proses yang dipakai. Proses pemanasawetan kering merupakan proses yang paling banyak dipakai karena alasan ekonomi, terutama untuk kain poliester/kapas dan proses permanent-press. Prosesnya meliputi rendamperas-pengeringan-pemanasawetan (pad-dry-cure). Teknik ini menghasilkan ketahanan kusut basah dan kering yang sangat baik walaupun penurunan kekuatan dan ketahanan gosok bisa mencapai 30-50% untuk serat selulosa alam. Proses pengeringan dan pemanasawetan kadangkala dapat dilakukan satu tahap (Flash curing) misalnya pada suhu 160-200oC. Kecepatan kain (waktu pengerjaan) ditentukan oleh jenis resin dan katalis, jenis serat dan konstruksi kain. Proses penyempurnaan permanen-press atau durable-press merupakan proses penyempurnaan resin yang mencakup pekerjaan penyetrikaan (pressing) untuk memberikan stabilitas bentuk pada pakaian jadi, misalnya pada lipatan-lipatan atau jahitan-jahitan. Perbedaannya dengan penyempurnaan biasa adalah bahwa proses pemanasawetan dikerjakan oleh perusahaan pakaian jadi. Teknik pengikatansilang lembab (moist crosslinking) dilakukan pada serat selulosa dengan kadar kelembaban tertentu, misalnya untuk kapas 6-8% dan rayon 10-16%, kemudian dibacam selama 16-24 jam, dicuci dan dikeringkan. Teknik ini menghasilkan ketahanan kusut kering cukup baik dan ketahanan kusut basah sangat baik, dengan penurunan kekuatan ketahanan gosok lebih kecil bila dibandingkan dengan pemanasawetan kering. Pada teknik pengikatansilang basah (wet crosslinking) kain mula-mula direndamperas dalam larutan prakondensat, lalu dibacam selama 16-24 jam, dicuci dan dikeringkan. Teknik ini meningkatkan ketahanan kusut basah tetapi ketahanan kusut keringnya tidak bertambah baik. Penurunan kekuatan dan ketahanan gosok kain hanya sedikit. Hasil penyempurnaan resin tergantung pada distribusi resin yang merata. Untuk itu diperlukan daya serap yang sama pada seluruh bagian kain, sehingga pengerjaan-pengerjaan berikut sebelum penyempurnaan resin memiliki arti penting: Pembakaran bulu Penghilangan kanji Pemasakan Pengelantangan Kostisasi atau merserisasi Pencucian Pengeringan Larutan penyempurnaan resin pada umumnya terdiri atas tiga komponen sebagai berikut : Prakondensat Katalis Zat-zat aditif seperti pelemas, pelembut, atau senyawa-senyawa tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu. Saat ini banyak prakondensat yang telah diproduksi oleh pabrik-pabrik kimia dengan berbagai nama dagang misalnya turunan dari urea, etilena urea, triazon, dan hidroksietilena urea. Resin untuk penyempurnaan tekstil dapat digolongkan ke dalam dua kelompok sebagai berikut : Resin Self-crosslinking misalnya dimetilol urea (DMU), Kelompok ini cenderung berpolimerisasi sendiri dan mengisi ruang-ruang anyar molekul selulosa dengan resin yang sangat komplek, tetapi hanya sedikit membentuk ikatan silang. Reaktan misalnya dimetiloletilena urea (DMEU), dimetilolhidroksietilena urea (DMDHEU) dan sebagainya. Kelompok ini cenderung membentuk polimer-polimer pendek tetapi banyak berikatan silang dengan molekul selulosa Walaupun prakondensat resin akan berpolimer membentuk senyawa resin kompleks dengan pemanasan pada umumnya lebih menguntungkan menambahkan katalis untuk mempercepat reaksi dan hingga batas tertentu mengendalikan reaksinya. Katalis yang ditambahkan umumnya asam atau bahan-bahan yang dapat melepaskan asam pada kondisi pemanasawetan. Disamping mampu mempercepat pembentukan resin, katalis harus memenuhi persyaratan lain seperti tidak menurunkan stabilitas larutan prakondensat yang ditandai pembentukan endapan. Katalis juga tidak mempercepat polimerisasi prakondensat dalam larutan sehingga partikelnya menjadi terlalu besar untuk dapat masuk ke dalam serat. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan katalis adalah : Jenis dan kereaktifan resin Jenis serat Kondisi pemanasawetan Sifat-sifat yang diinginkan pada bahan yang disempurnakan. Pengaruhnya terhadap derajat putih dan warna bahan (misalnya garam-garam amonium berpengaruh buruk terhadap derajat putih dan warna bahan). Aditif atau zat-zat tambahan adalah bahan-bahan yang digunakan dalam penyempurnaan resin untuk memperbaiki pegangan dan sifat-sifat pakai lainnya, terutama seperti kekuatan tarik, kekuatan sobek dan ketahanan gosok. Zat-zat tersebut terdiri dari bahan-bahan dengan berat molekul rendah dan juga larutan atau dispersi polimer yang biasanya bersifat nonionik atau anionik. Beberapa contoh aditif adalah : Dispersi poliakrilat, mampu menaikkan ketahanan kusut basah maupun kering tanpa mengurangi kekuatan Dispersi Polietilena, mampu memperbaiki ketahanan sobek dan ketahanan gosok kain. Larutan poliamida, dalam hal ini poliamida yang dimodifikasi dengan oksietilasi dan bersifat hidrofil. Zat aditif ini akan memperbaiki ketahanan kusut basah dan memberi sifat antistatik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s